Banana
Kesadaran untuk menerapkan konsep “green living” sebagai salah satu upaya mengurangi dampak pemanasan global semakin terasa penting. Penerapan dalam kehidupan tidak hanya sebatas mengurangi sampah (terutama sampah plastik), menghemat penggunaan air dan listrik atau konsep “reduce, reuse, recycle” pada semua barang-barang pakai sehari-hari.
Dalam dunia penataan interior, konsep ini diwujudkan melalui pengolahan berbagai produk yang terbuat dari bahan baku yang terkesan “sampah” menjadi produk interior yang cantik dan juga unik
Pisang, siapa tak mengenal buah tropis ini. Dahulu, bonggol dan pelepah pisang hanya menjadi sampah, kini bagian-bagian batang pisang disisir kemudian dikeringkan menjadi tali yang bisa diubah menjadi bahan baku pembuatan furnitur dan produk-produk fungsional lainnya, dengan menggabungkannya bersama rotan ataupun kayu mahogany.
Tidak semua batang pisang dapat digunakan untuk anyaman ini, bahan baku yang digunakan biasanya pisang gepok, pisang raja ,dan pisang ambon. Ada jenis lain yang disebut Abaca, yaitu anyaman batang pisang berwarna hitam yang hanya berasal dari Filipina. Jenis Abaca mempunyai warna lebih gelap dan cantik sehingga tidak perlu digunakan polesan warna lain pada anyamannya.


